Beasiswa Bazma
Pertamina Batch V
Tema Esai :
Inilah saya bagi keluarga dan kontribusi yang telah, sedang, dan saya akan
berikan untuk Indonesia
Kontribusi Generasi Muda Masa Kini Dalam Menyambut 100 Tahunnya Bangsa Indonesia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Tentunya semua orang sudah tidak asing dengan kutipan diatas, kutipan yang dilontarkan oleh pendiri bangsa ini, Soekarno. Kutipan diatas menggambarkan betapa besar pengaruh pemuda-pemuda bangsa Indonesia dalam kemajuan dan kebesaran bangsa Indonesia, tidak hanya diucapkan oleh Soekarno kala itu, banyak tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yang menyuarakan hal demikian hingga saat ini.
“Tak kenal, maka tak sayang”. Sebelum lebih jauh membicarakan tentang pemuda, izinkanlah saya, salah satu dari jutaan pemuda yang lahir di tanah ini memperkenalkan diri. Aditya Maulana Zaqi yang lahir di Jakarta, 2 Maret 1999 silam merupakan anak ke-2 dari pasangan orang tua yang sangat menyayangi dan mengasihi anaknya. Anak yang mendapatkan afeksi dari kedua orangtuanya secara langsung di rumah selama kurang lebih 18 tahun, kini harus meneruskan dan menjalani kehidupannya sendiri di tanah Pasundan, Jawa Barat untuk memperkaya dirinya dengan pengetahuan serta melatih kemandiriannya sebagai mahasiswa dan pemuda yang tangguh. “Adit” orang-orang biasa memanggil. Menjadi mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran adalah salah satu pilihan besar yang saya ambil dalam perjalanan hidup ini. Sadar akan bangsa ini membutuhkan orang-orang yang tangguh, kritis, kreatif, dan mudah beradaptasi dengan perubahan. Saya memutuskan untuk melatih dan mempersiapkan diri saya dalam menjawab tantangan tersebut. Dunia yang semakin dinamis mengharuskan kita khususnya pemuda-pemuda bangsa Indonesia yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini untuk menjadi pemuda yang progresif.
Keluarga, merupakan salah satu motivasi terbesar saya dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di tanah perantauan ini. Lahir dari keluarga yang kecil, sederhana, dan harmonis membentuk diri saya pribadi untuk menjadi individu yang pantang menyerah serta tidak lupa untuk selalu bersyukur. Mimpi-mimpi besar yang ada di kepala saya lahir di dalam proses interaksi-interaksi kecil maupun besar yang terjadi dengan keluarga, khususnya Ayah. Memiliki orang tua yang supportive terhadap anaknya, membuat saya memiliki tanggung jawab besar untuk membalas segala kebaikan yang diberikan. Memiliki rasa bangga terhadap anak yang telah dibesarkannya selama kurang lebih 20 tahun merupakan cara yang dapat saya berikan saat ini untuk membalas kebaikan orang tua saya. Meneruskan pendidikan tingkat atas di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Favorit yang ada di Indonesia yaitu Universitas Padjadjaran merupakan satu dari banyak hal yang akan saya persembahkan kepada mereka. Memulai kehidupan perkuliahan dengan aktif mengikuti beberapa organisasi-organisasi serta kepanitiaan-kepanitiaan yang ada di kampus untuk melatih kemampuan diri di luar kelas. Pada akhirnya, tahun 2019 ini alhamdulillah saya diamanahkan oleh teman-teman untuk menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran atau yang biasa disebut dengan HIMA ESP FEB UNPAD. Tentunya ini merupakan kebanggaan besar yang saya dan orang tua saya rasakan, namun juga merupakan tanggung jawab besar yang harus diselesaikan dengan penuh tanggung jawab satu tahun kedepan. Melalui HIMA ESP FEB UNPAD saya akan terus menebar kebaikan serta kebermanfaatan bagi sesama dan bangsa Indonesia dengan selalu mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi #KobarkanKebaikan. Mudah-mudahan niat baik ini dilancarkan dan dimudahkan oleh ALLAH SWT.
Berbicara mengenai kemajuan Indonesia harus diiringi dengan kemauan serta semangat yang tinggi. Kemauan serta semangat inilah yang harus dimiliki oleh seluruh pemuda-pemuda yang ada di Indonesia. Mengingat bangsa ini didirikan dan dibesarkan oleh pemuda-pemuda pada saat itu, serta adanya Sumpah Pemuda yang membuktikan bahwa pemuda Indonesia memiliki andil besar dalam kebesaran bangsa Indonesia. Pada tahun 2045 nanti, Indonesia genap berumur 100 tahun. Dengan umur 100 tahun seharusnya bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang maju. Maju dalam segala aspek, baik itu pendidikan, kesehatan, lingkungan, lapangan kerja, teknologi, dan masih banyak yang lainnya. Hal demikian merupakan motivasi serta tanggung jawab besar kita semua, terlebih kita sebagai generasi muda Indonesia. Saya, Aditya Maulana Zaqi salah satu dari jutaan pemuda Indonesia memutuskan untuk mengambil peran dan mengajak teman-teman pemuda lainnya untuk turut mengambil peran dalam membesarkan bangsa besar ini. Di mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, kemudian Indonesia secara luas.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bandung, 16 Februari 2019
Aditya Maulana Zaqi